Jumat, 14 Agustus 2009
Minggu, 02 Agustus 2009
Film Pendek TVONE
Film nasional patut didukung perkembangannya. Setelah sekian lama pada masa Orde Baru tak ada nadi yang berdenyut bagi jiwa Perfilman nasional, kini mulai pada awal abad 21 Film Nasional sudah mulai menunjukkan jati dirinya. Film AADC, Jalangkung, Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih dan film-film nasional sejenis lainnya mampu memberikan proyeksi kreativitas sineas Indonesia. Tentu saja apreasiasinya amatlah bergantung pada sudut pandang kebudayaan yang telah dipahami para filmmakernya.
Apabila film-film nasional terus bergerak dan didukung dengan networking industrialisasi film yang apik tentu saja film-film nasional akan menjadi sebuah ikon Asia tersendiri. Apresiasi film akan mendampingi perkembangan peradaban Indonesia menuju kondisi sosial yang mendorong kemajuan bangsa. Film-film nasional haruslah terus memperkuat metode film, sumber aspirasi film, dan teknik penyelesaian karya film serta diikuti dukungan distribusi pasca produksi film. Daya ini bisa membuat perfilman nasional mempunyai rasa dan ciri khas nasional sendiri. Sehingga industri perfilman tersebut akan menjadi lahan hidup baru bagi generasi bangsa. Perkembangan industri film nasional takkan menjadi berkarakter tanpa adanya pihak-pihak terkait untuk menyemarakkan. pihak-pihak yang menunjukkan industri film nasional berkembang dengan baik antara lain yaitu, adanya filmmaker sendiri, adanya distributor/agency untuk mendukung penyebaran film, dukungan pemerintah, dan adanya apresiasi kritik film, serta media film. Beberapa waktu terakhir ini salah satu media nasional telah ikut mendukung tampilnya para sineas muda, misalnya yang dilakukan oleh TVONE. Media tersebut akan menampilkan film-film pendek karya sineas tanpa memberikan biaya tinggi agar filmnya dapat dinikmati oleh penonton lingkup nasional. Dengan demikian, performa film nasional, terutama yang dilakukan oleh kaum pemula, dapat memperoleh angin pubilikasi yang menjanjikan. namun demikian, sineas film-film pendek tersebut seharusnya tidak sekedar diberikan media publikasi tetapi perlu pula didukung oleh pihak-pihak terkait (stake holder) dalam produksi film selanjutnya. Sehingga networking nasional yang ada akan memunculkan industrialisasi film nasional yang berciri khas Indonesia.(Masae)
Apabila film-film nasional terus bergerak dan didukung dengan networking industrialisasi film yang apik tentu saja film-film nasional akan menjadi sebuah ikon Asia tersendiri. Apresiasi film akan mendampingi perkembangan peradaban Indonesia menuju kondisi sosial yang mendorong kemajuan bangsa. Film-film nasional haruslah terus memperkuat metode film, sumber aspirasi film, dan teknik penyelesaian karya film serta diikuti dukungan distribusi pasca produksi film. Daya ini bisa membuat perfilman nasional mempunyai rasa dan ciri khas nasional sendiri. Sehingga industri perfilman tersebut akan menjadi lahan hidup baru bagi generasi bangsa. Perkembangan industri film nasional takkan menjadi berkarakter tanpa adanya pihak-pihak terkait untuk menyemarakkan. pihak-pihak yang menunjukkan industri film nasional berkembang dengan baik antara lain yaitu, adanya filmmaker sendiri, adanya distributor/agency untuk mendukung penyebaran film, dukungan pemerintah, dan adanya apresiasi kritik film, serta media film. Beberapa waktu terakhir ini salah satu media nasional telah ikut mendukung tampilnya para sineas muda, misalnya yang dilakukan oleh TVONE. Media tersebut akan menampilkan film-film pendek karya sineas tanpa memberikan biaya tinggi agar filmnya dapat dinikmati oleh penonton lingkup nasional. Dengan demikian, performa film nasional, terutama yang dilakukan oleh kaum pemula, dapat memperoleh angin pubilikasi yang menjanjikan. namun demikian, sineas film-film pendek tersebut seharusnya tidak sekedar diberikan media publikasi tetapi perlu pula didukung oleh pihak-pihak terkait (stake holder) dalam produksi film selanjutnya. Sehingga networking nasional yang ada akan memunculkan industrialisasi film nasional yang berciri khas Indonesia.(Masae)
Berita
Mars Production
>>>> Kabar dari Indonesia. Telah siap dengan film bertema fiksi ilmiah berjudul KERATON WARRIORS. Film ini juga bisa dikatakan film Superhero dengan durasi 45 menit. Dengan bangga dari tim Produksi yang pernah membuat Film Lightning Electrical Cyborg (LEC) yaitu PH Ege Pictures bekerjsama dengan FIRST XPERIENCE berhasil memproduksi film KERATON WARRIORS. Film ini bercerita tentang munculnya prajurit legenda untuk membebaskan rakyat dari perbudakan CityDoom. Rencana Film ini dirilis tahun 2009.
>>>> Kabar dari Indonesia. Telah siap dengan film bertema fiksi ilmiah berjudul KERATON WARRIORS. Film ini juga bisa dikatakan film Superhero dengan durasi 45 menit. Dengan bangga dari tim Produksi yang pernah membuat Film Lightning Electrical Cyborg (LEC) yaitu PH Ege Pictures bekerjsama dengan FIRST XPERIENCE berhasil memproduksi film KERATON WARRIORS. Film ini bercerita tentang munculnya prajurit legenda untuk membebaskan rakyat dari perbudakan CityDoom. Rencana Film ini dirilis tahun 2009.
Langganan:
Entri (Atom)
